Showing posts with label Misteri Alam Kubur. Show all posts
Showing posts with label Misteri Alam Kubur. Show all posts

Sunday, January 23, 2011

Baca Tentang Makanan Dan Minuman Bagi Ahli Neraka

Penduduk Neraka itu berwajah hitam pekat, penglihatannya gelap, akalnya hilang, bentuk kepalanya berubah seperti kubah, besar badannya seperti gunung, matanya terus melotot, rambutnya kaku seperti paku. Mereka tidak akan mati selamanya. Dan perut mereka terdapat aneka macam ular. Mereka bisa mendengarkan suara ular yang ada didalam perutnya seperti binatang liar. Rantai belenggu dikalungkan pada lehernya, beberapa gada dipikulkan pada tubuhnya.

Rasulullah SAW bersabda:


”Orang yang paling miskin siksanya didalam neraka selalu berteriak–teriak: ”Wahai Tuhan kami, siksa ini telah meliputi seluruh tubuh kami…” Mereka dipenjara dalam neraka, mereka dibelenggu dengan belenggu neraka, mereka juga tidak dikasihani, kalau mereka berteriak, maka teriakannya tidak didengar dan tidak dijawab. Mereka menjerit – jerit dengan celaka…, dan menjerit–jerit dengan kerusakan…., serta menjerit – jerit dengan kehinaan…Mereka digandengkan bersama setan didalam penjara yang kekal serta diliputi rasa penyesalan. Siksaan mereka sangat pedih, tempat masuk mereka sangat sempit, nanah mereka terus mengalir, aurat mereka terbuka, warna mereka berubah.”

Illustrasi

Mereka yang celaka berkata:

”Wahai Tuhan kami, kesesatan telah mengalahkan kepada kami, dan kami ini termasuk kaum yang sesat. Wahai Tuhan kami, hilangkan siksaan dari kami, sebab kami ini termasuk orang yang beriman.”

Illustrasi
Rasulullah SAW bersabda:

”Semiskin – miskin siksaan penghuni neraka adalah ketika mereka meminta hujan, maka datanglah mendung hitam diatas mereka.  Mereka lalu mengatakan:”Hujan telah datang dari Dzat Yang Maha Penyayang.” Namun hujan yang menimpa kepala mereka adalah batu api, kemudian batu api itu keluar dari duburnya.”

Mereka lalu memohon kepada Allah selama 1.000 tahun agar Allah memberi rizki kepada mereka dengan hujan. Kemudian tampaklah mendung hitam diatas kepala mereka. Mereka berkata:”Inilah mendung hujan.” Ternyata yang menghujani mereka adalah beberapa ular yang besar sebesar leher unta. Barang siapa yang digigit dengan ular dengan sekali gigitan, sakitnya tidak hilang selama seribu tahun.

Rasulullah SAW bersaba:

”Semiskin – miskin siksaan penghuni neraka adalah ketika mereka meminta makanan. Kemudian didatangkan kepada mereka makanan kayu zaqum. Ketika makanan tersebut datang, mereka langsung memakannya, maka mendidihlah apa yang ada didalam perut mereka. Kemudian keluarlah dari mulut mereka api yang menjilat – jilat serta jasad mereka rontok meleleh jatuh diantara telapak kaki mereka.”

Rasulullah SAW besabda:

”Semiskin – miskin siksaan penghuni neraka adalah mereka memakai pakaian dari tembaga panas. Ketika pakaian itu diletakkan dibadannya, maka kulitnya mengelupas. Orang–orang yang celaka itu tetap dalam neraka. Mereka buta tidak bisa melihat, mereka bisu tidak bisa berbicara, mereka tuli tidak bisa mendengarkan.

Setiap orang yang lapar selalu menginginkan makanan kecuali ahli neraka.

Demikian juga setiap orang yang telanjang selalu menginginkan pakaian, kecuali penghuni neraka.

Setiap mayit menginginkan hidup kembali, kecuali ahli neraka.

Sesungguhnya ahli neraka mengharapkan mati, namun mereka tidak bisa mati selamanya.”

Baca Tentang Tujuh Pintu Neraka


Pada dasarnya Neraka itu memiliki tujuh pintu, setiap pintu ada bagian tertentu yang diperuntukkan bagi kaum laki–laki dan wanita.

Rasulullah SAW pernah bertanya kepada Jibril:

”Apakah pintu neraka itu seperti pintu rumah kami?” Jibril menjawab:”Tidak, pintu neraka terbuka kebawah. Oleh karena itu, sebagian lebih kebawah daripada sebagian yang lain. Jarak dari satu pintu kepintu yang lain sejauh perjalanan 700 tahun. Setiap neraka panasanya lebih hebat bila dibandingkan dengan pintu yang ada disampingnya, dengan selisih 70 kali lipat.”

Beliau bertanya lagi:

”Siapa yang menempati pintu – pintu neraka tersebut?” Jibril menjawab:”Pintu paling bawah ditempati orang – orang munafik, orang kafir, termasuk keluarga Fir’aun. Nama pintunya adalah Hawiyah. Pintu kedua ditempati orang – orang Musyrik. Nama pintunya adalah Jahim. Pintu ketiga didalamnya ditempati orang – orang yang menyembah berhala, nama pintunya Saqar. Pintu keempat didalamnya ditempati oleh Iblis dan orang yang mengikutinya, serta orang Majusi. Nama pintunya Ladza. Pintu kelima didalamnya ditempati oleh orang Yahudi, nama pintunya adalah Huthamah. Pintu keenam ditempati oleh orang–orang Nasrani. Nama pintunya adalah Sa’ir”. Kemudian Jibril berdiam, Nabi lantas bertanya:”Wahai Jibril, kenapa kamu tidak menceritakan kepadaku tentang orang yang yang menempati pintu ketujuh?”

Illustrasi Pintu Neraka
Jibril berkata:

”Apakah engkau bertanya kepadaku tentang orang yang menempati pintu ketujuh?” Beliau menjawab:”Ya”. Jibril kemudian berkata:”Wahai Muhammad, yang menempati pintu ketujuh adalah umatmu yang melakukan dosa besar yang mati sebelum bertaubat.”


Mendengar jawaban Jibril, beliau jatuh pingsan. Tatkala sudah sembuh dari pingsannya beliau berkata:


”Wahai Jibril, besar musibahku dan aku sangat takut bila umatku dimasukkan kedalam neraka.”

Jibril berkata:

”Ya, akan dimasukkan ke neraka orang yang melakukan dosa besar dari umatmu.” Setelah itu Rasulullah SAW menangis, Jibril pun ikut menangis karena menangisnya beliau.


Melihat hal itu, beliau bertanya kepada Jibril:

”Wahai Jibril, kenapa engkau menangis, bukankah engkau adalah Ruhul Al-Amin?”

Jibril menjawab:

”Aku takut kalau aku dicoba seperti yang pernah dicobakan kepada malaikat Harut dan Marut, karena itu aku menangis.”

Allah lantas berfirman:

”Wahai Jibril, Wahai Muhammad, Aku menjauhkan kalian berdua dari neraka, tetapi janganlah kalian merasa aman dari siksaKu.”

Sedangkan mengenai neraka Jahanam Ibnu Abbas meriwayatkan: 


Pada hari kiamat neraka Jahanam didatangkan, disekeliling Jahanam terdapat 70.000 barisan para Malaikat. Setiap baris jumlahnya lebih banyak daripada jumlah jin dan manusia. Mereka mendekat dan memegang kendali Jahanam. Jahanam juga mempunyai 4 kaki, jarak antara setiap kaki sejah perjalanan 1.000 tahun. 

Ia juga mempunyai 30 kepala, setiap kepala terdapat 30.000 mulut. Setiap mulut terdapat 30.000 gigi geraham. Setiap gigi geraham besarnya seperti gunung Uhud seribu kali. Setiap mulut terdapat dua bibir, setiap bibir besarnya seperti luas dunia. Didalam dua bibirnya terdapat rantai dari besi, setiap satu rantai terdapat 70.000 lingkaran dipegang oleh para Malaikat yang tidak terhitung Jumlahnya.

Bacaan Dan tulisan ini ditujukan untuk saya dan Bagi kaum muslimin yang di rahmati ALLAH SWT.

Sumber Tulisan: Menyingkap 110 Misteri Alam Kubur

Daftar Pustaka:
01. SHAHIH BUKHARI
Oleh : Abi Abdullah Muhammad bin Ismail Al-Bukha-riy.
02. SHAHIH MUSLIM
Oleh : Al-Imam Abi Al-Husain Muslim bin Al-Hajaj bin Muslim Al-Qusyairiy An-Naisabury
03. JAWAHIRUL BUKHARI
Oleh : Mushtafa Muhammad Ammarah
04. RIYAADLUSH SHALIHIN
Oleh : Syekh Al-Islam Muhyiddin
05. DURRATUN NASHIHIN
Oleh : Utsman bin Hasan bin Ahmad Asy-Syakir Al-Khubariy.
06. AT-TAJRIIDU ASH-SHARIH
Oleh : Abil Abbas Zinuddin Ahmad bih Ahmad bin Abdul Latif.
07. IHYA' ULUMUDDIN
Oleh : Imam Al-Ghazali
08. AT-TADZHIB
Oleh : DR. Mushthafa Daib Al-Bagha
09. MUKHARATUL AHADITS AN-NABAWIYYAH
Oleh : Sayyid Ahmad Al-Hamyimiy Bek
10. AL-JAMI'U ASH-SHAGIR
Oleh : Imam Jalaludin Abdurrahman bin Abi Bakar
11. AS-SAB'IYYATU FIL MAWA'IDZIL BIRRIYAT
Oleh : Syekh Abi Nasru Muhammad bin Abdurrahman.
12. IRSYADUL IBAD
Oleh : Syekh Zainuddin bin Abdul Aziz bin Zainuddin
13. QISHASHUL MI'RAJ
Oleh : Abi Al-Barkat Sayyidiy Ahmad Ad-Dardir
14. TAFSIR SURAT YASSIN
Oleh : Syekh Hamamiy Zadah
15. DAQA'IQUL AKHBAR
Oleh : Syekh Imam Abdurrahman bin Ahmad Al-Qadli
16. MAWA'IDZUL USFURIYYAH
Oleh : Syekh Muhammad bin Abi Bakar
17. AL-BIDIYAH WAN NIHAYAH
Oleh : Ibnu Katsir
18. QATHRUL GHOIST
Oleh : Syekh Muhammad Nawawi bin Umar Al-jawi

Baca Tentang Neraka


Dalam hadits menceritakan:

”Jibril datang kepada Nabi Muhammad SAW, maka beliau berkata:

”Wahai Jibril, sifatilah kepadaku tentang neraka.” Jibril berkata:”Allah telah menciptakan neraka, apinya sudah dinyalakan 1000 tahun yang lalu, sampai neraka itu menjadi hitam. Hitamnya neraka seperti malam yang gelap, apinya tidak pernah padam, juga terus menjilat–jilat, bara api neraka selamanya tak pernah padam.”

Illustrasi neraka

Mujahid berkata:

”Jahanam itu mempunyai beberapa ekor ular yang besarnya seperti leher unta, juga terdapat kalajengking yang besarnya seperti keledai sampai penduduk neraka pada lari ketakutan. Ular–ular itu selalu menggigit setiap bibir ahli neraka untuk dikelupas kulitnya. Tidak ada yang bisa selamat penduduk neraka dari siksaan seperti ini, kecuali ia lari keneraka yang lain.”

Illustrasi kalajengking


Abdullah bin Abbas meriwayatkan, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:

”Di dalam neraka terdapat ular – ular yang besarnya seperti leher unta. Jika ular itu menggigit salah seorang dari penduduk neraka dengan sekali gigitan, maka rasa sakitnya dapat dirasakan sampai 40 tahun.”
Illustrasi ular

Ibnu Mas’ud r.a. berkata:

”Api dunia kalian ini hanyalah satu juz dari 70 juz api neraka. Jikalau api neraka itu tidak dimasukkan kedalam lautan dua kali, maka kalian tidak akan bisa mengambil kemanfaatan tersebut dari api ini.”


Mujahid berkata:

”Sesungguhnya api kalian ini selalu memohon perlindungan dari api Jahanam.”

Didalam hadist diceritakan:

”Ketika Allah mengutus Jibril pergi ketempat Malaikat yang jaga neraka untuk meminta api guna diberikan kepada Nabi Adam a.s. Sehingga Nabi Adam bisa memasak dengan api tersebut. Malaikat Malik lalu bertanya kepada Jibril:”Wahai Jibril,berapa yang kamu kehendaki dari api ini?”. Jibril menjawab:”Kira – kira sebesar kurma.”

Malaikat Malik kemudian berkata:

”Wahai Jibril, jika aku memberimu api sebesar kurma, maka pasti akan hancur tujuh langit dan bumi akibat dari panasnya api neraka.” Jibril lalu berkata:”Kira – kira sebesar biji kurma.” Malaikat Malik berkata:”Kalau aku memberimu menurut apa yang kamu kehendaki, maka tidak akan turun dari langit setetes air, juga tidak akan tumbuh dari dalam bumi beberapa tumbuh – tumbuhan.”

Kemudian Jibril melapor:

”Ya Tuhanku, berapa yang harus aku ambil api neraka itu?”

Allah berfirman:

”Ambillah kira – kira sebesar semut kecil.” Selanjutnya Jibril mengambil api neraka kira – kira sebesar semut kecil.” Setelah itu, api neraka tadi dibenamkan kedalam lautan sebanyak 70 kali. Jibril kemudian datang dengan membawa api kepada Nabi Adam a.s, lalu api itu diletakkan diatas gunung yang tinggi, maka gunung itu menjadi hancur. Kemudian Jibril mengembalikan api yang sebesar semut tadi ketempatnya, yaitu neraka, sedangkan asapnya yang masih tertinggal dibeberapa batu dan besi ditinggalkan, sampai pada hari ini.

Maka api yang ada sekarang ini adalah asap dari api neraka yang sebesar semut tadi. Oleh sebab itu, ambilah keterangan ini sebagai suatu pelajaran yang berharga.

Bacaan Dan tulisan ini ditujukan untuk saya dan Bagi kaum muslimin yang di rahmati ALLAH SWT.

Sumber Tulisan: Menyingkap 110 Misteri Alam Kubur

Daftar Pustaka:
01. SHAHIH BUKHARI
Oleh : Abi Abdullah Muhammad bin Ismail Al-Bukha-riy.
02. SHAHIH MUSLIM
Oleh : Al-Imam Abi Al-Husain Muslim bin Al-Hajaj bin Muslim Al-Qusyairiy An-Naisabury
03. JAWAHIRUL BUKHARI
Oleh : Mushtafa Muhammad Ammarah
04. RIYAADLUSH SHALIHIN
Oleh : Syekh Al-Islam Muhyiddin
05. DURRATUN NASHIHIN
Oleh : Utsman bin Hasan bin Ahmad Asy-Syakir Al-Khubariy.
06. AT-TAJRIIDU ASH-SHARIH
Oleh : Abil Abbas Zinuddin Ahmad bih Ahmad bin Abdul Latif.
07. IHYA' ULUMUDDIN
Oleh : Imam Al-Ghazali
08. AT-TADZHIB
Oleh : DR. Mushthafa Daib Al-Bagha
09. MUKHARATUL AHADITS AN-NABAWIYYAH
Oleh : Sayyid Ahmad Al-Hamyimiy Bek
10. AL-JAMI'U ASH-SHAGIR
Oleh : Imam Jalaludin Abdurrahman bin Abi Bakar
11. AS-SAB'IYYATU FIL MAWA'IDZIL BIRRIYAT
Oleh : Syekh Abi Nasru Muhammad bin Abdurrahman.
12. IRSYADUL IBAD
Oleh : Syekh Zainuddin bin Abdul Aziz bin Zainuddin
13. QISHASHUL MI'RAJ
Oleh : Abi Al-Barkat Sayyidiy Ahmad Ad-Dardir
14. TAFSIR SURAT YASSIN
Oleh : Syekh Hamamiy Zadah
15. DAQA'IQUL AKHBAR
Oleh : Syekh Imam Abdurrahman bin Ahmad Al-Qadli
16. MAWA'IDZUL USFURIYYAH
Oleh : Syekh Muhammad bin Abi Bakar
17. AL-BIDIYAH WAN NIHAYAH
Oleh : Ibnu Katsir
18. QATHRUL GHOIST
Oleh : Syekh Muhammad Nawawi bin Umar Al-jawi

Baca Tentang Malaikat Maut dan Cara Mencabut Nyawa

Baca Malaikat Maut dan Cara Mencabut Nyawa: Disebutkan dalam kitab As-Suluki bahwa Muqatil bin Sulaiman pernah berkata: Malaikat Maut itu mempunyai tujuh ranjang yang terletak di langit ke tujuh, ada yang mengatakan di langit ke empat. ALLAH Ta’ala menciptakan Malaikat Maut dari cahaya. Ia mempunyai 70.000 kaki, mempunyai 4.000 sayap, yang seluruh jasadnya dipenuhi dengan beberapa mata dan lisan. Tidak ada seorang pun dari keturunan anak Adam, burung, termasuk setiap makhluk yang mempunyai nyawa kecuali dirinya berada dalam kekuasaan Malaikat Maut.

Ia memiliki wajah, mata, tangan, dan telinga yang jumlahnya menurut bilangan seluruh manusia maupun makhluk bernyawa lainnya, maka ia mencabut ruh dengan menggunakan tangannya itu. Ia melihat dengan wajahnya tepat pada wajah manusia. Demikianlah cara ia mencabut nyawa para makhluk. Ketika seseorang telah meninggal maka hilanglah dari jasadnya, gambar orang tersebut.


Ada yang mengatakan, bahwa Malaikat Maut itu memiliki empat wajah. Satu wajah ada di depannya, yang kedua ada di kepalanya, yang ketiga ada di punggungnya, dan yang keempat ada di bawah kedua telapak kakinya. Ketika ia mencabut ruh para Nabi dan para malaikat, maka ia mencabut dari arah wajah yang ada di kepalanya.

Ketika ia mencabut ruh orang mukmin, maka ia mencabut dari arah wajah yang ada di hadapannya. Ketika ia mencabut nyawa orang-orang kafir, maka dicabut dari arah wajah yang ada di punggungnya. Ketika ia mencabut ruh para jin, maka dicabutlah ruh itu dari arah wajah yang ada di bawah kedua telapak kakinya. Salah satu kakinya berada di atas titian Jahanam, sedangkan kaki yang lain berada di atas ranjang surga.

Adapun untuk mengetahui akhir ajal seseorang, Malaikat Maut tiba-tiba kejatuhan tulisan mati (catatan orang yang akan dicabut nyawanya) dan catatan sakit bagi seorang hamba. Ia lalu berkata:

“Wahai Tuhanku, kapan aku mencabut nyawa seorang hamba itu? Dan dalam keadaan yang bagaimana aku mengambil ruhnya?”

Maka ALLAH Ta’ala berfirman:

“Wahai Malaikat Maut, ini adalah termasuk ilmu Gaib-Ku, yang tak akan bisa dilihat oleh seorangpun kecuali Aku, akan tetapi Aku akan memberitahukan kepadamu tentang keadaan waktunya, alamatnya yang akan kamu cabut nyawanya. 


Akan datang kepadamu malaikat yang Aku serahi mengurusi amal perbuatan manusia, dengan mengatakan: “Telah sempurna umur si fulan.” Malaikat yang diserahi mengurusi rizki juga akan datang kepadamu dengan mengatakan: “Telah sempurna rizki dan amal perbuatan si fulan.”

Jika orang itu termasuk orang yang bahagia, maka tampak jelas pada namanya yang ditulis dalam bukunya yang di hadapan Malaikat Maut, dengan tulisan dari nur yang putih di kiri kanan namanya. Sebaliknya jika orang tersebut termasuk orang yang celaka, maka tampak jelas di dalam tulisan namanya terdapat tulisan yang hitam. Kemudian masih belum sempurna bagi Malaikat Maut mengetahui hal yang demikian itu, sehingga ia kejatuhan daun dari pohon yang ada di bawah ‘Arasy, dimana di dalamnya telah tertulis nama orang yang waktu itu harus dicabut nyawanya.

Bacaan Dan tulisan ini ditujukan untuk saya dan Bagi kaum muslimin yang dirahmati ALLAH SWT.

Sumber Tulisan: Menyingkap 110 Misteri Alam Kubur

Daftar Pustaka:
01. SHAHIH BUKHARI
Oleh : Abi Abdullah Muhammad bin Ismail Al-Bukha-riy.
02. SHAHIH MUSLIM
Oleh : Al-Imam Abi Al-Husain Muslim bin Al-Hajaj bin Muslim Al-Qusyairiy An-Naisabury
03. JAWAHIRUL BUKHARI
Oleh : Mushtafa Muhammad Ammarah
04. RIYAADLUSH SHALIHIN
Oleh : Syekh Al-Islam Muhyiddin
05. DURRATUN NASHIHIN
Oleh : Utsman bin Hasan bin Ahmad Asy-Syakir Al-Khubariy.
06. AT-TAJRIIDU ASH-SHARIH
Oleh : Abil Abbas Zinuddin Ahmad bih Ahmad bin Abdul Latif.
07. IHYA' ULUMUDDIN
Oleh : Imam Al-Ghazali
08. AT-TADZHIB
Oleh : DR. Mushthafa Daib Al-Bagha
09. MUKHARATUL AHADITS AN-NABAWIYYAH
Oleh : Sayyid Ahmad Al-Hamyimiy Bek
10. AL-JAMI'U ASH-SHAGIR
Oleh : Imam Jalaludin Abdurrahman bin Abi Bakar
11. AS-SAB'IYYATU FIL MAWA'IDZIL BIRRIYAT
Oleh : Syekh Abi Nasru Muhammad bin Abdurrahman.
12. IRSYADUL IBAD
Oleh : Syekh Zainuddin bin Abdul Aziz bin Zainuddin
13. QISHASHUL MI'RAJ
Oleh : Abi Al-Barkat Sayyidiy Ahmad Ad-Dardir
14. TAFSIR SURAT YASSIN
Oleh : Syekh Hamamiy Zadah
15. DAQA'IQUL AKHBAR
Oleh : Syekh Imam Abdurrahman bin Ahmad Al-Qadli
16. MAWA'IDZUL USFURIYYAH
Oleh : Syekh Muhammad bin Abi Bakar
17. AL-BIDIYAH WAN NIHAYAH
Oleh : Ibnu Katsir
18. QATHRUL GHOIST
Oleh : Syekh Muhammad Nawawi bin Umar Al-jawi

Tanda-tanda Musim Semi Sebagai Perumpamaan Hari Kiamat

Baca Gambaran Hari Kiamat: Dalam Satu Hadits Rasulullah saw bersabda: " Ketika Kamu melihat tanda-tanda pada musim semi, maka ingatlah hari kiamat!" Dalam Hadits ini, Rasulullah saw telah mengumpamakan musim semi dengan hari kiamat.

Maha besarlah Allah, yang mampu menghidupkan kembali bumi yang telah mati pada musim semi. Dan Allah juga mampu menghidupkan kembali Orang2 yang telah mati besok pada hari kiamat. Tiada Sesuatupun yang menyerupai-Nya dalam Kekuasaan.

Dalam Syarah Hadits ini disebutkan, Sesungguhnya musim semi itu menyerupai atau sebagai perumpamaan hari kiamat, dilihat dari sepuluh segi :

01. Biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan keluar dari bumi pada musim semi, sebagaimana keluarnya mayat dan orang yang terpendam dalam bumi pada hari kiamat.

02. Selepas musim semi, ada istirahat yang sangat menyenangkan dan menyedihkan bagi manusia. Yang demikian itupun kelak akan terjadi pada hari kiamat, dimana ada golongan yang beruntung dan bahagia, ada juga sebagian golongan yang merasa sengsara.


03. Bagi Orang2 yang sewaktu didunia memakan makanan haram, akhirnya pada hari kiamat ia akan ditimpa siksaan dihinakan dan terlantar, hingga ia menemukan kekecewaan yang tiada tandingannya.

04. Bagi orang2 yang sewaktu didunia giat dan rajin beramal, tetapi karena sifatnya Riya dan kekufurannya maka pada hari kiamat semua amal ibadahnya bagai debu yang berhamburan diterpa angin.

05. Bagi Orang2 yang shalih yang menjauhi larangan-Nya dan Mengamalkan serta menjalankan Perintah-Nya, mereka akan berkumpul dengan orang-orang yang ikhlas dan orang orang yang beruntung.

06. Ketika ditiupkan angin kebahagiaan dan angin kesengsaraan, pada saat itu ada sebagian orang yang merasa senang dan berbahagia dan ada sebagian lain yang merasa susah dan sengsara.


07. Pada musim dingin, ada sebagian pohon yang gundul tetapi pada musim semi pohon tersebuat dihiasi aneka hiasan, hingga pohon yang semula jelek karena tidak berdaun, jadi kelihatan indah dan agung. Itulah gambaran orang-orang Zuhud.

08. Bahwasanya Tanaman yang tumbuh dimusim semi, maka orang yang mempunyai tanaman itu akan merasa senang, sebab tanamannya bisa tumbuh pada musim semi. Dan Orang yang tidak menanam akan merasa menyesal, sebab tidak mempunyai tanaman. Itu adalah gambaran ahli Ibadah.

09. Jika Engkau menanam pada musim gugur, Maka akan menjadi semakin besar tanaman itu pada musim semi itulah gambaran bagi mereka yang sewaktu didunia gemar beramal dengan amalan yang baik.

10. Pada musim semi, dipermukaan bumi tampak beraneka macam warna dan jenis bunga. Demikian gambaran pada hari Kiamat. akan nampak jelas orang2 yang ikhlas dan bertaqwa, serta orang-orang yang kafir dan ingkar kepada Allah.

Bacaan Dan tulisan ini ditujukan untuk saya dan Bagi kaum muslimin yang di rahmati ALLAH SWT.

Sumber Tulisan: Menyingkap 110 Misteri Alam Kubur

Daftar Pustaka:
01. SHAHIH BUKHARI
Oleh : Abi Abdullah Muhammad bin Ismail Al-Bukha-riy.
02. SHAHIH MUSLIM
Oleh : Al-Imam Abi Al-Husain Muslim bin Al-Hajaj bin Muslim Al-Qusyairiy An-Naisabury
03. JAWAHIRUL BUKHARI
Oleh : Mushtafa Muhammad Ammarah
04. RIYAADLUSH SHALIHIN
Oleh : Syekh Al-Islam Muhyiddin
05. DURRATUN NASHIHIN
Oleh : Utsman bin Hasan bin Ahmad Asy-Syakir Al-Khubariy.
06. AT-TAJRIIDU ASH-SHARIH
Oleh : Abil Abbas Zinuddin Ahmad bih Ahmad bin Abdul Latif.
07. IHYA' ULUMUDDIN
Oleh : Imam Al-Ghazali
08. AT-TADZHIB
Oleh : DR. Mushthafa Daib Al-Bagha
09. MUKHARATUL AHADITS AN-NABAWIYYAH
Oleh : Sayyid Ahmad Al-Hamyimiy Bek
10. AL-JAMI'U ASH-SHAGIR
Oleh : Imam Jalaludin Abdurrahman bin Abi Bakar
11. AS-SAB'IYYATU FIL MAWA'IDZIL BIRRIYAT
Oleh : Syekh Abi Nasru Muhammad bin Abdurrahman.
12. IRSYADUL IBAD
Oleh : Syekh Zainuddin bin Abdul Aziz bin Zainuddin
13. QISHASHUL MI'RAJ
Oleh : Abi Al-Barkat Sayyidiy Ahmad Ad-Dardir
14. TAFSIR SURAT YASSIN
Oleh : Syekh Hamamiy Zadah
15. DAQA'IQUL AKHBAR
Oleh : Syekh Imam Abdurrahman bin Ahmad Al-Qadli
16. MAWA'IDZUL USFURIYYAH
Oleh : Syekh Muhammad bin Abi Bakar
17. AL-BIDIYAH WAN NIHAYAH
Oleh : Ibnu Katsir
18. QATHRUL GHOIST
Oleh : Syekh Muhammad Nawawi bin Umar Al-jawi

Tentang Keadaan Manusia Di Zaman Dajjal

Baca Tentang Keadaan Manusia Pada Zaman Dajjal : Pada zaman Dajjal nanti, setiap negeri yang didatangi Dajjal penduduknya bagaikan padi yang ada didalam gilingan. Mereka berlari kesana kemari karena takut kepada Dajjal. Bagi keluarga mukmin mereka lebih senang berada didalam rumah menjaga keluarganya agar tidak terpengaruh oleh tipu daya Dajjal. Sebab saat itu tidak sedikit kaum wanita yang menjadi pengikut Dajjal.

Tentang Keadaan Manusia Di Zaman Dajjal
Gambar Illustrasi Dajjal

Karena itu, sampai–sampai orang lelaki mengikat keluarganya didalam rumah agar tidak keluar. Mereka khawatir bila keluarganya keluar rumah akan mudah terpengaruh oleh siasat Dajjal. Jika sampai mengikuti Dajjal, berarti telah melakukan kekufuran dan kemusryikan. Zaman Dajjal adalah zaman fitnah yang besar, tidak sedikit orang yang paginya beriman sorenya menjadi kafir.

Hal ini menunjukkan begitu hebatnya godaan fitnah yang melanda umat Islam. Pada saat itu, memegang agama benar–benar seperti memegang bara api yang panas, bila dilepaskan dirinya menjadi mangsa Dajjal, tetapi bila tetap dipegang godaan dan fitnah yang dihadapinya sangatlah besar dan berat. Karena itu, pada saat Dajjal datang banyak yang melarikan diri kehutan – hutan, sampai ada yang naik kegunung.

Hal ini mereka lakukan demi menyelamatkan diri dan akidahnya dari fitnah Dajjal. Sebagaimana yang telah disebutkan dalam suatu hadits Shahih berikut ini:

“(Saat itu) manusia benar – benar melarikan diri dari Dajjal kearah gunung.” (HR. Muslim).

Demikian keadaan manusia saat kedatangan Dajjal, mereka lebih memilih menyelamatkan diri daripada menghadapinya. Sebab bila menghadapinya dikhawatirkan dirinya tidak mampu menjaga akidah dan keselamatan jiwanya. Sebab Dajjal tidak segan – segan berbuat aniaya terhadap orang yang membangkang. Inipun tidak seberapa asalkan akidahnya tetap ia pegang teguh sampai mati, daripada mengikuti Dajjal dengan melepaskan akidah, ini yang celaka. Karena tindakannya ini jelas menjerumuskan dirinya kedalam neraka Allah, sebab dia sudah melakukan kekufuran dan kemusyrikan.

Demikian juga dalam hal pemerintahan. Tatanan pemerintahan negara pada zaman Dajjal menjadi rusak dan tidak beraturan. Hal ini bukan berarti Dajjal ingin berkuasa lalu menghancurkan satu persatu pemerintahan negeri yang sudah mapan dan baik. Akan tetapi dikarenakan sepak terjang Dajjal yang menelusuri setiap negeri dengan menyebarkan tipu daya dan fitnahnya.

Adapun untuk menyelamatka diri dari fitnah Dajjal adalah menetapi kesabaran. Melanggengkan membaca sepuluh ayat pertama dari surat Al-Kahfi.

Segala kemampuan yang dimiliki oleh Dajjal itu bersifat istidraj, bukan mukjizat, juga bukan karamah. Sebab sudah jelas sekali kalau Dajjal itu adalah kafir, yang menyesatkan, bukan nabi dan bukan orang yang shalih, semua yang dilakukannya itu merupakan tipu muslihat belaka untuk menarik simpati orang lain agar mau mengikuti Jejaknya yang sesat itu. Semoga Allah Melindungi kita dari Fitnah Dajjal.

Sumber Tulisan: Menyingkap 110 Misteri Alam Kubur


Daftar Pustaka:
01. SHAHIH BUKHARI
Oleh : Abi Abdullah Muhammad bin Ismail Al-Bukha-riy.
02. SHAHIH MUSLIM
Oleh : Al-Imam Abi Al-Husain Muslim bin Al-Hajaj bin Muslim Al-Qusyairiy An-Naisabury
03. JAWAHIRUL BUKHARI
Oleh : Mushtafa Muhammad Ammarah
04. RIYAADLUSH SHALIHIN
Oleh : Syekh Al-Islam Muhyiddin
05. DURRATUN NASHIHIN
Oleh : Utsman bin Hasan bin Ahmad Asy-Syakir Al-Khubariy.
06. AT-TAJRIIDU ASH-SHARIH
Oleh : Abil Abbas Zinuddin Ahmad bih Ahmad bin Abdul Latif.
07. IHYA' ULUMUDDIN
Oleh : Imam Al-Ghazali
08. AT-TADZHIB
Oleh : DR. Mushthafa Daib Al-Bagha
09. MUKHARATUL AHADITS AN-NABAWIYYAH
Oleh : Sayyid Ahmad Al-Hamyimiy Bek
10. AL-JAMI'U ASH-SHAGIR
Oleh : Imam Jalaludin Abdurrahman bin Abi Bakar
11. AS-SAB'IYYATU FIL MAWA'IDZIL BIRRIYAT
Oleh : Syekh Abi Nasru Muhammad bin Abdurrahman.
12. IRSYADUL IBAD
Oleh : Syekh Zainuddin bin Abdul Aziz bin Zainuddin
13. QISHASHUL MI'RAJ
Oleh : Abi Al-Barkat Sayyidiy Ahmad Ad-Dardir
14. TAFSIR SURAT YASSIN
Oleh : Syekh Hamamiy Zadah
15. DAQA'IQUL AKHBAR
Oleh : Syekh Imam Abdurrahman bin Ahmad Al-Qadli
16. MAWA'IDZUL USFURIYYAH
Oleh : Syekh Muhammad bin Abi Bakar
17. AL-BIDIYAH WAN NIHAYAH
Oleh : Ibnu Katsir
18. QATHRUL GHOIST
Oleh : Syekh Muhammad Nawawi bin Umar Al-jawi